Jumat, 11 Februari 2011

mengapa itu boleh?

Sekali lagi, konten ini murni hasil diskusi dan tidak ada maksud untuk memandang rendah satu sama lain. kami hanya murni diskusi.
Tergelitik oleh perkataan beberapa teman saya, kebetulan saya adalah seorang muslim yang menempuh pendidikan S1 disebuah universitas swasta dibawah naungan yayasan kristen. bagi saya, siraman rohani macam ini sangatlah kurang... dari yang bisa saya lakukan adalah mencari jawaban2 dari segudang pertanyaan yang terpendam didalam otak saya selama sekian lama tanpa adanya siraman yang cukup sehingga makin lama makin layu...
blog ini saya buat sengaja untuk "memacu" kerja otak saya, karena kebetulan otak saya ini sudah lama sekali tidak dipakai untuk berfikir jernih. hehehe

Pertanyaan pemicu: statement atau omongan teman saya, bahwa daging babi itu enak... ayo dicicipi dikit... lalu ada tawaran: miras itu gak papa, asal tidak memabukkan...
pernyataan pemancing: agama saya tidak ada larangan tentang makan babi dan miras, karena semua diciptakan Tuhan untuk kemuliaan kita.
BENARKAH?????

ini enak lho... icip2 dikit ah... hahahahaha




Suatu malam, ketika mata tak kuasa memejam, saya menjumpai teman saya yang sedang berselancar didunia maya. didalam segudang pertanyaan saya, akhirnya meminta ijin kepada teman untuk meminta waktunya sebentar untuk sekedar berdiskusi...

bagaimana menurut anda "MIRAS", dan sejenisnya? bagaimana pula menurut pandangan agama dengan hal ini?

lalu teman menjawab: "ya gimana ya, wong Tuhan saja mabuk-mabuk'an waktu mau disalib? ya kita ikuti dunk.."

wow... sontak saya terkejut dengan jawaban yang natural dan apa adanya ini..
bagaimana Tuhan mengajarkan ini secara terang terangan? lalu terfikir didalam benak saya: "apa benar ini Tuhan? bukan orang lain??"

lalu saya mencari referensi didalam Al Kitab, apakah benar yang teman saya katakan bahwa: Tuhan sendiri mengajarkan "MABUK" kepada umatnya, dalil mana yang mengatakan demikian?

ketemu! jawabannya adalah, tidak ada bagian didalam alkitab yang "menganjurkan" untuk mabuk2'an seperti kata teman saya... bahkan seperti ini:

Imamat 10:9 "JANGANLAH ENGKAU MINUM ANGGUR ATAU MINUMAN KERAS, ENGKAU SERTA ANAK-ANAKMU, bila kamu masuk ke dalam Kemah Pertemuan, supaya jangan kamu mati. Itulah suatu ketetapan untuk SELAMANYA bagi kamu TURUN-TEMURUN.
dengan ayat diatas saya rasa cukup jelas. tetapi entah mengapa, Teman saya ini terus dan terus saja mengelak dengan beranggapan bahwa: memahami ayat itu jangan setengah2. lalu saya minta beliau untuk menjelaskan isi kandungan ayat sebelum dan sesudahnya... sayang sekali beliau tidak bisa menyebutkan penjelasan ayat ini. kemudian saya sambung lagi dengan ayat2 lain hasil searching dari internet, sebagai berikut:


Hakim-hakim 13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, JANGAN MINUM ANGGUR ATAU MINUMAN YANG MEMABUKKAN dan jangan makan sesuatu yang haram.

Hakim-hakim 13:14 Janganlah ia makan sesuatu yang berasal dari pohon anggur; anggur atau MINUMAN YANG MEMABUKKAN TIDAK BOLEH DIMINUMNYA dan sesuatu yang haram tidak boleh dimakannya. Ia HARUS berpegang pada segala yang Kuperintahkan kepadanya."

Yesaya 5:11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari MINUMAN KERAS, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur!

Amsal 20:1. ANGGUR ADALAH PENCEMOOH, MINUMAN KERAS ADALAH PERIBUT, TIDAKLAH BIJAK ORANG YANG TERHUYUNG-HUYUNG KARENANYA.

Amsal 23:20 JANGANLAH ENGKAU ADA DI ANTARA PEMINUM ANGGUR dan pelahap daging.


Hosea 4:11 ANGGUR DAN AIR ANGGUR MENGHILANGKAN DAYA PIKIR.

Lalu bagian ayat mana lagi yang masih dipahami setengah2? apakah anda sendiri atau saya yang kurang memahami "bahasa" yang ada didalam alkitab yang secara jelas-jelas melarang hal(mabuk) tersebut


teman saya lalu mengelak lagi, dengan: "itu kan ada di perjanjian lama, perjanjian baru bagi kami adalah yang utama.. "
HAHHH??? what the.....


saya langsung berfikir, ni orang yakin ga sih dengan agama dan kitab sucinya sendiri??
saya memaklumi hal tersebut, karena setau saya didalam gereja sendiri ada "tradisi" perjamuan, dimana minuman anggur digunakan sebagai sesuatu yang sakral. diluar itu semua bertentangan dengan ESENSI dari ajaran mereka sendiri.
wow,, ternyata tradisi to?


didalam kepercayaan saya sebagai seorang muslim, saya menyadari adanya akulturasi antara agama dan budaya, namun kami juga menentang adat yang jelas2 bertentangan dengan agama..


lalu sanggahan teman mengatakan: "Tuhan tidak pernah menurunkan al kitab, karena al kitab sebenarnya ada didalam hati"


Pernyataan yang kedua saya sependapat bahwa esensinya Tuhan hanya membimbing, dan untuk menjalaninya adalah inti dari hidup.
tetapi, pernyataan yang pertama saya sangat2 tidak setuju! bagaimana dia sendiri ingkar dengan kitab suci yang jelas2 diturunkan oleh Tuhan kepada umatnya?


selalu berdalih bahwa manusia itu sendiri adalah al kitab, jelas tidak bisa diterima baik perasaan maupun rasional! karena apa? bayangkan saja jika manusia memiliki kitabnya sendiri2 dimana disitu terdapat idealis yang ingin menjadi dominan satu sama lain, tidak akan ada yang namanya "KEDAMAIAN"


Tuhan tahu, kita ini tak jauh lebih pandai dari Nya. oleh karena itu kita dituntunkan untuk mengikuti al kitab baik itu Injil(bagi nasrani) maupun Al Quran (bagi muslim), bukan sesuatu perkara yang spele seperti yang selalu teman saya dengung2kan kepada saya..(menurut saya)


Dilain hari, ketika sedang main-main ke lab skripsi, saya dan seorang teman mulai berdiskusi baik masalah hidup, pemerintahan, wong cilik sampai masalah agama.


untuk yang satu ini(agama) saya mengajukan pertanyaan kepadanya: "Pren,, anda kan iman kristen katolik. sebenarnya pandangan anda sendiri tentang Perjanjian Lama dan Baru itu apa?"



kemudian teman saya menjawab: "Jadi dahulunya Perjanjian lama itu ada sebelum Yesus lahir, kalimat2 murni dari Tuhan, lalu disempurnakan dengan perjanjian Baru, tentang Kisah2 Yesus. Alkitab sendiri adalah gabungan dari dua perjanjian tersebut."
dan saya bertanya kembali: "Apakah kedudukan mereka seimbang? dalam artian apakah anda mengimani mereka berdua?"


teman saya menjawab: "Ya, saya mengimani keduanya. mereka berdua seimbang. dan jika saya sedikit bertanya2 tentang isi dari mereka saya selalu menemukan jawabannya bahwa setiap isinya adalah sangat relevan."


hmm, itu berarti tidak ada bantahan didalam setiap ayat yang diturunkan. benar begitu? ya...
Lalu bagaimana pendapatmu sendiri "LARANGAN UNTUK MEMAKAN BABI"?? karena jelas2 itu tertulis didalam al kitab?


teman saya seperti terkejut: "Hah,,yang bener ada di al kitab? nanti saya akan baca itu. sepertinya menarik. Tapi kan enak... mosok gak boleh"


“Dan babi, karena kukunya terbelah, namun bukan pemamah biak, ia adalah najis untuk Anda. Kamu jangan makan daging mereka, dan jangan menyentuh bangkai mereka.” [Ulangan 14:8]


“daging nya jangan kamu makan, dan bangkai mereka jangan engkau sentuh, mereka adalah najis untuk Anda.”[Imamat 11:7-8]


tuan.. saya lezat loh.. makan saya dun




Apakah masih saja akan ingkar dengan keyakinan anda sendiri? Wallahualam


Maaf, saya tidak ada sama sekali mendiskreditkan(menyudutkan) anda, tetapi yang ingin saya angkat disini adalah, sejauh mana anda atau saya sendiri mengerti dan memahami MENGAPA HAL ITU BOLEH DAN INI TIDAK, MENGAPA HAL ITU DI ANJURKAN DAN YANG INI DILARANG, bukan hanya "MEYAKINI BEGITU SAJA" dan juga bukan hanya sebuah ajaran doktrin yang harus diterima begitu saja. karena saya sebagai seorang eksakta yang tergerak hatinya untuk "tidak menerima begitu saja" setiap perintah yang dianjurkan kepada saya baik oleh agama maupun kitab suci saya, yaitu al Quranul karim.


Sekedar untuk bahan renungan...

0 komentar:

Posting Komentar

chat and comment

My Great Web page
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons