Selasa, 05 April 2011

akibat dari HAARP

Rentetan peristiwa aneh berupa kacaunya gaya bicara para pembawa acara di tayangan langsung televisi melahirkan klaim bahwa militer AS boleh jadi berada di belakang hal tersebut.

Dalam empat kasus, yang terakhir melibatkan presenter acara Judge Judy yang dikenal berbicara cepat, para presenter awalnya berbicara dengan tepat, namun kemudian tidak dapat dipahami, terlihat bingung dan tidak stabil.

Seringnya terjadi "serangan" ditambah dengan fakta bahwa contoh rekaman mengenai hal tersebut amat populer di internet membuat para ahli teori konspirasi menuding hal itu diakibatkan eksperimen rahasia pemerintah.

Sebuah teori populer yang beredar di internet menyatakan bahwa penyebabnya adalah penelitian militer AS dengan menggunakan gelombang mikro untuk dijadikan senjata pengendali pikiran (baca : Inilah HAARP Senjata Tektonik Rahasia AS)

Amerika Serikat tidak pernah mengakui adanya penelitian semacam itu, namun para pendukung teori mengatakan bahwa dampak yang ditimbulkan akibat gelombang mikro yang mampu merangsang otak dengan gambar dan suara palsu sama persis dengan yang dialami para pembawa acara tayangan langsung.

Tapi, para pendukung teori tidak mampu menjelaskan mengapa Pentagon menjadikan para presenter televisi sebagai target.

Fenomena yang membuat situs-situs video di internet dipenuhi berbagai rekaman teraneh selama berbulan-bulan, kini menimpa salah satu pembawa acara dengan bayaran tertinggi di AS.

Judith Sheindlin, hakim yang berbicara cepat di acara Judge Judy, dilarikan ke rumah sakit pada hari Rabu (30/3) setelah ia mulai mengucapkan rangkaian kata-kata tak masuk akal dalam rekaman langsung ruang persidangan pada program televisinya.

Para kru studio mengatakan, Sheindlin, yang mendapat bayaran £28 juta per tahun untuk membawakan sebuah program yang paling ditonton warga Amerika di siang hari, duduk di hadapan kamera dan mulai mengucapkan hal-hal yang tidak masuk di akal.

Sheindlin kemudian mengatakan perlu beristirahat karena merasa tak enak badan dan meminta para kru memanggil ambulans.

Pengacara berusia 68 tahun itu meninggalkan rumah sakit keesokan harinya, namun seorang juru bicaranya mengatakan bahwa hasil uji medis tidak mengungkapkan penyebab kekacauan bicara dan masalah penglihatan Sheindlin.

Peristiwa yang menimpa Sheindlin tersebut merupakan kasus keempat yang terjadi akhir-akhir ini dan kebetulan yang aneh itu memicu lahirnya spekulasi mengenai penyebabnya.

Tidak ada rekaman video yang dirilis mengenai kejadian Judge Judy, tapi rekaman dari ketiga peristiwa lainnya tersebar dengan cepat di internet.

Korban pertama adalah Serene Branson, seorang reporter CBS di Los Angeles, yang tiba-tiba bicaranya belepotan saat meliput ajang penghargaan musik Grammy bulan lalu.

Branson tidak mampu mengeluarkan kata-kata dan berusaha keras untuk berbicara selama sekitar 10 detik di luar Staples Centre sebelum akhirnya produser menghentikan laporan dan menayangkan rekaman video.

Setelah itu, Branson mengatakan, "Kepala saya terasa berdenyut dan saya merasa amat tidak nyaman. Saya tahu ada yang tidak beres. Saya merasa takut dan bingung."

Dokter yang memeriksa Branson kemudian mengatakan bahwa sang reporter menderita sakit kepala sebelah kompleks yang gejalanya mirip stroke.

Setelah itu, terjadi kasus reporter berita Kanada yang tiba-tiba bicaranya tidak jelas saat melaporkan mengenai kontribusi Kanada dalam serangan udara di Libya.

Mark McAllister dari Global Toronto News mengatakan kepada para pemirsa mengenai bantuan jet tempur Kanada di Libya.

Tapi, tiba-tiba hal aneh terjadi. Para atasan McAllister kemudian meyatakan tidak ada masalah dengan naskah yang dibacakan, namun McAllister juga mengalami migrain.


Januari lalu, Sarah Carlson dari WISC-TV di Wisconsin juga mengalami hal serupa. Saat awal melaporkan mengenai tentangan masyarakat Wisconsin terhadap reformasi perawatan kesehatan Obama, segalanya baik-baik saja. Tapi, tiba-tiba ia kesulitan merangkai kata-kata dan kamera kemudian dialihkan kepada pembawa acara kedua yang tampak terkejut.

Tak seperti yang lainnya, Carlson, 35, memang punya riwayat epilepsi, namun para pendukung teori konspirasi tidak yakin dengan penjelasan medis. (suaramedia.com)

0 komentar:

Posting Komentar

chat and comment

My Great Web page
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Walgreens Printable Coupons